Pertama : Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan
akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan
merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah
Allah dan RasulNya.
Kedua : Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang
mendatangkan murka Allah dan RasulNya.
Ketiga : Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam
berbagai macam fitnah (kerusakan)
Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang
dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari
fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar
bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh,
sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual
serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat
besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan
berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral
dan peradaban sebuah masyarakat.
Keempat : Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah
bagi laki-laki.
Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di
hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum
laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan
mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.
Kelima : Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak
langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,“Tundukkanlah
pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya
milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak
terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena
aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”
Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan
keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak
langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan
kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang
mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku?
Ataukah ada orang yang berseloroh,“Aduhai betapa cantiknya dia?”. Mereka
berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga
mereka pun terfitnah.
Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas,
wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan
pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka
menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.
Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta
kecantikan parasnya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani.
Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak.
Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri
dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan
malapetaka hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar