Minggu, 14 Oktober 2012

JURANG

Suatu hari, saat kakimu telah kuat untuk berlari
tanganmu telah kekar untuk mengangkat beban kehidupan
tiba-tiba tanpa sengaja kau terperosok ke JURANG yang dalam
Betapa luar biasa RASA atas ketidaksiapanmu berada disini
Merasa bahwa ini seperti AKHIR dari segala HARAPAN dan KEMUNGKINAN baik

Berhenti dan sadari sejenak,
melihat sekelilingmu yang hanya bertemu dengan semak-semak yang jauh dari segala jenis keNYAMANan hidup.

Yeah,. welcome to the abyss !
Pada kondisi seperti ini, maka kita berpikir bahwa keadaan dan keberadaan kita lah yang paling dalam dan mengenaskan, karena pada saat inilah kita hanya butuh diKASIHANi.
Tidak mau memandang orang lain yang mungkin juga sedang berada pada jurang di lain tempat,
padahal ukuran dalam Jurang itu tidak pernah SAMA.
Dan mungkin saja Tuhan menciptakan INI sesuai tingkat ketinggian kita di mata-Nya.

Perlu diTEKANkan bahwa jurang itu letaknya masih diatas TANAH dan bukan dibawah tanah.
Jadi kau masih bisa berpijak diatasnya dan bukan terkubur didalam.
Jika kaki dan tanganmu masih UTUH, maka perlahan-lahan telusuri jalan dan tebing ke atas dengan hati-hati.
Lambat tapi pasti kau akan terbiasa bahkan menikmati setiap pemandangan disekitarmu.
Bukankah ini sangat DEKAT dengan Alam-Nya.
Kau tidak akan pernah tahu INI sebelumnya ketika kau berada di tempat NYAMANmu dulu.
Banyak bertemu hal LAIN yang mungkin saja memberimu pandangan baru tentang sesuatu diluar dugaanmu.
Kau PASTI tidak menyukai melakukan perjuangan INI dengan KAKI dan TUBUHmu sendiri, dan disini kau terpaksa melakukannya bahkan tanpa bekal dan persiapan sebelumnya.
Ini pengalaman sangat FATAL bagimu.
Keyakinan PASTI bahwa apapun dan bagaimanapun kau akan selalu berusaha KEATAS
karena dalam JURANG tidak ada jalan menuju ke bawah lagi
Jika kau sampai keatas dan merasa BANGGA dengan KAKI dan AKALmu. Maka kaupun mampu bercerita tentang PERJALANANmu pada lainnya dan mereka HANYA sebagai PENDENGAR semata yang hanya bisa MEMBAYANGKAN kehebatanmu menaklukkan sebuah JURANG yang sangat menakutkan ITU.
Apa artinya kesombonganmu ini jika Tuhan tak memaksamu kesitu??

namun bagaimana jika TANGAN dan KAKImu PATAH atau remuk sehingga kaupun tidak bisa berbuat apa-apa untuk bertahan bahkan berjalan keatas?? suaramu tak lagi terdengar saat mulutmu teriak terbungkam kesakitan dalam JATUHmu.
Masih ada HARAPAN lainnya. Kau mampu berdo'a pada Tuhanmu untuk mengirimkan pertolongan-Nya. Dan ataukah beberapa hari tidak ada PERTOLONGAN yang datang menjemputmu, maka kaupun masih bisa berharap dalam do'amu agar SURGA dan KEBAIKAN ada bersamamu setelah ini.

Semua ITU bukan pada KUASA kita untuk berharap lebih dari kehati-hatian
Karena Jurang dalam kehidupan itu benar-benar NYATA dan ADA disini
Setidaknya sebelum JURANG ini mematahkan serta membungkam mulutmu untuk HIDUP adakah kesempatan dari Tuhanmu untuk selalu MENGERTI saat-saat SULIT seperti INI

Dan ketika PERTANYAAN ini muncul untukku,
"Apakah sesungguhnya tujuan Tuhan menciptakan JURANG ini ?"
dan
"Siapakah yang pantas terperosok untuk menjadi PAHLAWAN ataukah BANGKAI disini?"

MAAF untuk sebuah KESALAHAN

sejenak untuk sebuah kesalahan,

"HATI adalah sesuatu milik manusia yang paling BERHARGA,
maka kesalahan terbesar adalah menyakiti HATInya"

dari kata-kata inilah aku menarik sebuah kebijakan bagi diriku sendiri,
BAHWA,..
segala kesakitan HATI ini adalah KESALAHAN diriku sendiri
yang memasukkan dan mengijinkan hal-hal itu menyakiti hatiku,

akan kuMAAFkan segala kesakitan dari berbagai KESALAHAN
tanpa aku pedulikan siapa dan darimana kesalahan ini berasal dan mendatangiku,
akulah yang tetap meminta maaf pada semuanya,
terutama pada HATIku sendiri,


maaf atas diriku sendiri,
menangis untuk kesalahanku pada HATI yang tersakiti
maka AIR MATA inipun adalah AIR SUCI dari tubuhku untuk menebus KESALAHAN ini

berterimakasih kepada orang-orang yang memberiku LUKA di hari kemarin,
tak lain karena mereka lah aku menemukan IKHLASku pada BIJAK hati,
ini bukan keMUNAFIKan, ini hanyalah sebuah KESADARAN diri
menyadari bahwa semua akan kurubah menjadi seribu KEBAIKAN hikmah,
takkan pernah ada BATAS untuk sebuah kesakitan yang berSAMBUNG,
cukup sampai kata "MAAF" untuk diriku sendiri yang akan MAMPU mengakhiri semuanya,


sekilas tentang kata "MAAF",..
MAAF,.
kata ini mudah diucapkan oleh siapapun juga,
namun apakah tak disadari bahwa kata ini tidaklah begitu berPENGARUH tanpa,..
sang pemberi MAAF menerima kesalahan yang ada pada dirinya sendiri,.
terlihat aneh jika kau tak mampu MEMAHAMI kata-kata ini,
bahwa,..
siapapun dan apapun yang menyakitimu itu akan kau simpan dalam HATImu
dan siapa yang mampu mengeluarkan RASA sakit di HATImu itu?
tak lain adalah dirimu sendiri,..
maka minta maaf segalanya pada dirimu sendiri 
atas HATImu yang tersakiti,.

Aku bahagia karena segala KESALAHAN yang datang padaku telah aku keluarkan dari HATIku
HATI yang penuh dengan segala MAAF ini pun kembali SUCI bersama keIKHLASan berbagi
membersihkan HATI dari segala kesalahan yang menyakiti
untuk meNYAMANkan diri pada segala KEBAHAGIAN yang tak terhingga,.

(terimakasih dan MAAF tulusku untuk keluarga, sahabat, kerabat dan semua orang yang berada SINGGAH dalam kehidupan INDAHku)

Kesalahan yang dilakukan orang lain terhadap kita nantinya akan menjadi kesalahan kita juga jika kita tak mampu memaafkannya

sepenggal tentang hujan, petir, badai dan pelangi

memperhatikan sepasang hati bercengkerama
dibalik awan tebal dan hitam
lukisan senyum mereka seolah menghapus kecemasan sebuah pertanda
akan jatuh HUJAN lebat dan PETIR yang menyambar
namun tak mampu menggetarkan RASA dihatinya,
bahkan mereka seperti sedang bergandengan menari di tengah-tengah BADAI,

beberapa teriakan dari bawah langit memanggil-manggil mereka untuk segera turun dan kembali kerumah masing-masing sebelum hujan benar-benar jatuh,
namun mereka tidak kunjung pada sedianya,

hanya beberapa BAIT kalimat yang mereka PESANkan pada para telinga-telinga lainnya:

"bahwa mereka HAUS karena kemarau panjangnya, apalah arti badai dan petir jika itu hanya termakna harga dari sebuah hujan yang mereka nanti di sepanjang kekeringan kemarau, yang akan termanfaatkan untuk banyak kehidupan, ini hanya PROSES alam"

mereka ingin mandi dan minum airnya untuk membersihkan noda-noda debu dan kotoran lainnya, serta menghilangkan haus DAHAGAnya tentang kerinduannya pada kucuran AIR hujan kehidupan.
ya ! itu cara mereka mensucikan hatinya, menghilangkan galau dengan AIR alam-NYA, karena mereka ingin tumbuh segar seperti pohon yang DIAM dan tetap TEGAK bertahan meski ALAM dan lingkungan sekitarnya berusaha menguji keteguhannya dalam hidup. Ada satu nuansa kebahagiaan yang mereka nantikan seandainya telah berhasil melaluinya, yaitu PELANGI..
mereka tidak memperdulikan tentang kedua kemungkinan muncul setelah hujan badai tersebut, apakah akan benar-benar muncul pelangi atau tidak sama sekali. Mereka hanya menikmati semua gejala ALAM ini apa adanya.

sebersit tentang PELANGI yang muncul pun takkkan pernah lama, namun setidaknya mereka pernah menikmatinya bersama-sama.
Sekiranya kau pernah tahu dan mengerti tentang rasa pahit dan manisnya.
Semua akan kembali berputar, kehidupan WAKTU akan berjalan memutar kembali, akan ada kemarau lagi yang mungkin kau lalui sendiri lagi ataukah berbagi. Bahkan akan ada salju atau semi, dan gugur pada musim masanya. Akan selalu datang untuk kehidupan selanjutnya, dan akan terlaluilah dengan cara untukmu menikmatinya, SENDIRI atau BERBAGI

ada sebuah NILAI BANDING yang mereka rumuskan dalam perjalanan terpilihnya, yaitu melalui langsung atau berlindung dibawah bangunan besarpun, badai tetap akan datang menghujamnya.
Jika memang TUHAN menganugerahkan AMANAT besar itu padanya, dan ketika dibalik terjangan panas, hujan, petir dan badai mereka masih mampu bertahan meski sempat tubuhnya menggigil kesakitan, masih ada pelangi tercipta untuk mereka nikmati bersama meski hanya sebuah LAGU PELANGI sekalipun.
dan ini adalah K E H I D U P A N.

Kekasih Sahabat& Cinta.

Kekasih,.. Sahabat,.. & Cinta,..


Kekasih,.. Sahabat,.. & Cinta,..

diantara PERAN inilah kita berada, mengurai MAKNA atas dasar KEBAIKAN yang saling terberi.
Kita masuk dalam segala EMOSI menguasai, tak mampu meninggalkan karena nyatanya memang telah mampu memaksa kita untuk tinggal bersama dalam satu ATAP.
Kau mengerti tentang kebaikan dan keburukanku, akupun paham untuk keburukan dan kebaikanmu
selayak tangan, kaki, mata, telinga, lidah dan semua organ yang selalu saling PEKA untuk menjalankan PERANnya masing-masing. Semua mampu merasakan kebersamaan, menangkap kesakitan, kesalahan, kekecewaan, dan segala ke-AKU-an serta ke-KAMU-an yang telah terpatri dalam jatuh ikhlasmu dalam penerimaan diri.
pasang surut, datar, mengembang, mengempis atau bergelombang terbawa angin yang menghempaskan keKUATannya menuju SAMUDERA kehidupan. Tanpa disadari kita berada ditengah-tengah BADAI dalam senyuman yang berMAKNA lebih dari sekedar hitungan banyak,.

untuk Kekasih, Sahabat & Cinta,..

kau berikan dan pilihkan PERAN mana untukku - untukmu ???
hanya HATImu sendiri yang mampu kau MENGERTI,
meski nyatanya semua HARUS jatuh pada kekuatan TOLERANSI diri,
kau MEMBENCI, namun juga MENCINTAI,.
kau MEMAKI, namun juga MEMUJI,.
kau MENGHILANG, namun juga MERINDUKAN,.

sekali lagi,..
kau tak mampu berbohong padaku,
sekian kali,..
kau tak akan mampu bersembunyi diantara sikap anehmu,
karena kau dan aku bukanlah orang lainnya,
karena kau dan aku bukanlah tak mengenal lainnya,
EMOSI itu hidup,
RASA itu BERADA dan menJIWA,
seperti halnya kau menyayangi diri sendiri,
seperti halnya kau menganggap diri sendiri,
dan KAU memilihkanku menjadi BAGIAN yang terPERANkan penting atas dirimu,
apa itu belum CUKUP untuk terdalamkan lagi ?
untuk diMENGERTI lagi ?

kaupun LELAH dengan kehadiran PERANmu dan PERANku,
mendengarkan keluhan tanpa henti saat ku panik,
kau yang pertama terpilih untuk ikut menopang EMOSIku,
aku pun tak berpikir tentang emosimu diluar senyum menghiburku,
aku melupakan keterbatasanmu pada lelahmu sendiri,
bahwa kaupun juga PANTAS untuk membebankan kepalamu dihadapanku,
namun kadang kau hanya mengalirkan air mata saat ku tak ada,
kau perlihatkan tentang ketangguhanmu didepanku saja,
apakah aku EGOIS ? atau kau yang terlalu merasa MAMPU untuk terlihat KUAT ?

mampu memberi tanpa diMINTA terlebih dahulu,.
semua karena KETULUSAN rasa dalam KEJUJURAN diri dan laku,
meski ada HATI disini, meski ada RASA disini, yang tak kan mampu kau ungkap meski kau berusaha mengungkapnya,..
simpanlah sebagai HARGA dari kebersamaan ini,
untuk sebuah RASA sejati yang terberi,.. untuk kekasih, sahabat dan cinta

Penghargaan tertinggiku untuk para sahabat-sahabatku,..
terima kasih yang tak pernah berujung oleh segala kebesaran anugerah-Nya yang telah mempertemukan kita
                                                                     Alhamdulillah,..

Minggu, 07 Oktober 2012

Mesjid mesjid termegah di indonesia

Indonesia merupakan negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Banyak Mesjid-mesjid megah yang telah dibangun di tanah Indonesia ini. Kali ini saya akan menulis tentang beberapa mesjid termegah di Indonesia. Bangunan dipilih berdasarkan besar dan keindahan dari mesjid-mesjid tersebut.
Masjid Rahmatan Lil-Alamin

Masjid Rahmatan lil Alamin dibangun di Kampus Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Mesjid ini sangat megah. Masjid ini bisa disebut sebagai salah satu mesjid terbesar di dunia yang berukuran 6 hektar dan berlantai 6 dengan kapasitas mencapai 100.000 orang.
Masjid Istiqlal, Jakarta

Masjid Istiqlal merupakan masjid yang terletak di pusat ibukota negara Republik Indonesia, Jakarta. Pada tahun 1970-an, masjid ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Sukarno.
Masjid Al-Akbar Surabaya

Masjid Al-Akbar dibangun di atas lahan 11,2 hektar di Surabaya, Jawa timur dengan gaya arsitektur yang unik dan modern. Mesjid ini merupakan salah satu mesjid terbesar di Indonesia. Kesan unik dari bangunan ini terletak pada desain kubah masjid yang unik seperti struktur daun dengan kombinasi warna hijau dan biru yang memberikan kesan sejuk dan segar.
Masjid kubah emas Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas Depok. Mesjid ini merupakan salah satu mesjid di dunia yang dibangun dengan kubah yang terbuat dari emas. Masjid ini dapat membuat takjub siapapun yang pernah melihatnya karena keindahannya terutama kubahnya yang terbuat dari emas. Mesjid ini terletak di Depok, Jawa Barat.
Masjid Islamic Centre, Samarinda

Masjid Islamic Centre, Samarinda terletak di Jl Slamet Riyadi, Samarinda, Kalimantan Timur. Bangunan masjid ini memiliki kubah utama dan ornamen-ornamen keemasan yang amat cantik. Sumber inspirasi desain masjid yang amat besar ini berasal dari Masjid Nabawi yang bersuasana religius di Madinah dipadukan dengan Masjid Agung yang artistik di Turki.
Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar tampak megah dan mewah. Kubah utama yang bertengger di puncak masjid didatangkan langsung dari Australia. Mesjid ini terletak di Makassar, Sulawesi Selatan.
Masjid At-Tin

Masjid At-Tin adalah satu masjid megah di kawasan TMII, Jakarta. Masjid At-Tin mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri. Gaya arsitektur masjid ini berusaha menonjolkan dan mengekspos lekukan bentuk anak panah pada dinding di hampir semua sudut dan ornamen yang menghiasinya.
Masjid Baiturrahman Aceh

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Mesjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid berarsitektur termegah di dunia. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh yang dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Mesjid ini juga merupakan salah satu mesjid tertua dan terindah di Indonesia.
Masjid Agung An-Nur

Masjid Agung An-Nur adalah salah satu masjid termegah di Indonesia dan menjadi masjid kebanggaan masyarakat Riau. Pada malam hari, kawasan itu dihiasi dengan cahaya dari lampu yang berwarna-warni, sehingga pengunjung seakan-akan berada di kawasan Taj Mahal, India. Masjid Agung An-Nur terletak di Pekanbaru, Riau.
Masjid Raya Al-Mashun Medan

Masjid Raya Al- Mashun dikenal juga sebagai Masjid Raya Medan, salah satu peninggalan Sultan Deli yang dibangun tahun 1906 diatas lahan seluas 18.000 meter persegi. Arsitekturnya yang khas dan nilai sejarahnya membuat masjid ini kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. Mesjid ini terletak di Medan, Sumatera Utara.
Disamping 10 Mesjid tersebut ada banyak mesjid-mesjid megah lainnya yang telah dan akan dibangun di Indonesia. Semoga dengan keberadaan mesjid-mesjid itu, umat Islam akan semakin semangat dalam beribadah.

Jumat, 21 September 2012

Cintai ia Dalam Diam.

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam ..
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ..
kau ingin memuliakan dia,
dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang,
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu ..
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ..
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ??
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ..
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ..

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ..
kekuatan harapan ..
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ..
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yanng berharap padanya ??
dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ..
jika dia memang bukan milikmu,
toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ..
biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu
menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ..
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, danorang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelakidan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akanmemampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasatenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tandabagi kaum yang berfikir. ” (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk matamaka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
” Wahai kaum pemuda,siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untukmenikah,maka menikahlah,sesungguhnya menikah itu memelihara mata,danmemelihara kemaluan,maka bila diantara kamu belum sanggup untukmenikah,berpuasalah,karena ssungguhnya puasa tersebut sebagaipenahannya ” (Hadist)
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatuperbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)
Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangankarena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaanmengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…
Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?
“…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…
“Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.” (Umar bin Khattab ra.)
“Diam adalah caraku Mencintaimu karenaNya.
Diam adalah caraku Mengasihimu KarenaNya.
Jikalau Allah tak menakdirkan tersampainya indahnya rasa ini kepadamu di dunia di dalam KeridhaanNya,
mungkin dunia bukanlah tempat yang tepat untuk cinta ini saling bersemi tetapi bisa jadi cinta itu akan bersemi di SyurgaNya.
Dan diamku adalah caraku Mencintaimu KarenaNya.
Suci tak tersentuh, bahkan syaitanpun tidak pernah tahu. Insya Allah…

Muslimah yang Cantik Pribadinya

Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam yang lebih dikenal dengan istilah inner beauty adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.
Lalu seperti apa sih muslimah yang cantik pribadinya itu, berikut ulasannya:

Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik, serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam.
Alloh pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil atau tidak berilmu, mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut. Alloh berfirman disurat Al-Furqan ayat 63, yang artinya  “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.”
Tak hanya itu, seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat. sebagaimana Rosululloh bersabda, “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” Mengenai hadits ini, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”
Dalam Ad-Daa`wa Ad-Dawaa`, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, bahwa “Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. Apabila dia akan berbicara hendaklah dia pikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat.”
Termasuk dalam hal ini adalah menjauhi perbuatan ghibah yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara. Maka hendaknya para muslimah memperhatikan apa-apa yang diucapkan. Jangan sampai terjatuh dalam perbuatan ghibah yang tercela. Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain, insya Alloh mereka akan menjadi seorang muslimah sejati. sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Pun demikian dengan anggota tubuh lainnya, seperti mata. Untuk menjadikan sepasang mata yang indah dan mempesona, maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang, jangan mencari-cari keburukan mereka. Alloh berfirman mengenai hal ini disurat al-Hujurat ayat 12, artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”
Dan terpenting lagi, mempergunakan mata untuk hal-hal yang diridhai Alloh dan Rosul-Nya. Hal ini berarti tidak menggunakan mata untuk bermaksiat. Pandangan mata adalah mata air kemuliaan, bukan menjadikannya  duta nafsu syahwat sesaat.
Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan, hanya karena mereka tidak dapat mengendalikan mata. Yaitu ketika matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, karena dipergunakan secara zhalim. Seseorang muslimah yang menjaga pandangan berarti dia menjaga harga diri dan kemaluannya. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka akan terjerumus ke dalam kebinasaan. Inilah mengapa Rosul menegaskan, “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian.”
Lalu peliharalah telinga dari mendengarkan musik, gosip, kata-kata keji dan sesat, atau menyebutkan kesalahan-kesalahan orang. Telinga diciptakan untuk mendengarkan Kalam Alloh dan instruksi-instruksi Rosululloh. Sepasang telinga yang indah dan baik adalah yang bisa mengambil manfaat ilmu-ilmu keislaman.
Selanjutnya tangan, tangan yang baik adalah tangan yang diulurkan untuk membantu dan menolong sesama muslim, serta bersedekah dan berzakat. Kita diberi dua tangan; satu untuk membantu kita dan satu lagi untuk membantu orang lain. Lalu Islam juga  mengajarkan bahwa tangan ‘di atas’ lebih baik dari tangan ‘di bawah’. Tentang hal ini, suatu ketika, Rosul ditanya oleh para istrinya, “Siapakah di antara kami yang pertama kali akan menemui engkau kelak?” Dengan suara bergetar, Nabi menjawab, “Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dahulu menemuiku.” “Tangan paling panjang” yang dimaksud Rosululloh adalah yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.
Maka, jaga baik-baik kedua tangan, jangan dipergunakan untuk memukul seorang muslimah lainya, dipakai untuk mengambil barang haram ataupun mencuri, jangan dipergunakan untuk menyakiti makhluk ciptaan Alloh, atau dipergunakan untuk mengkhianati titipan atau amanah. Atau untuk menulis kata-kata yang tidak diperbolehkan.
Kemudian kedua kaki yang ‘indah’ adalah yang dipergunakan untuk mendatangkan keridhaan Alloh. Jagalah kedua kaki untuk tidak berjalan menuju tempat-tempat yang diharamkan atau pergi ke pintu penguasa yang kafir. Karena hal itu adalah kemaksiatan yang besar dan sama saja dengan merendahkan diri muslimah. Lalu jangan sekali-kali mempergunakan kaki untuk menyakiti saudara-saudari muslimah, pergunakanlah untuk berbakti kepada Alloh, misalnya dengan mendatangi masjid, tempat-tempat pengajian, berjalan untuk menuntut ilmu agama serta menyambung tali silaturahim, atau melangkahkannya untuk berjihad di jalan-Nya.
Rosul bersabda, “Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Alloh, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” Beliau menerangkan lagi, “Alloh akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalan-Nya, seraya berfirman: “Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalan-Ku, karena keimanan kepada-Ku dan membenarkan (segala ajaran) para Rasul-Ku, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.”
Demikian pula dengan segenap anggota tubuh lainnya. Semuanya akan nampak indah serta mempesona apabila dipergunakan dalam rel ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya. Kecantikan fisik seorang muslimah bahkan sangat dipengaruhi kecantikan batin. Untuk mendapatkan tubuh yang ramping, maka cobalah untuk berbagi makanan dengan orang-orang fakir-miskin.
Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keindahan  pakaiannya. Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Kecantikan sebenarnya direfleksikan dalam hati dan jiwanya.
Maka jadikan malu karena Alloh sebagai perona pipinya. Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya. Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat. Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat. Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu. Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama. Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah. Gelangnya adalah tawadhu. Kalungnya adalah kesucian, dan seluruhnya dibalut oleh hijab sebagai perisai bagi kehormatanya . Wallohu ’alam

Merenungkan Diri sebagai Manusia

Sesungguhnya manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lainya. Tetapi kita sendiri sebagai manusia “sering kali” lupa, tidak tahu atau tidak kenal akan diri kita sendiri sebagai manusia. Potensi positif  yang ada dalam diri manusia menjadikannya sebagai hamba yang Bertaqwa, sebaliknya di sisi potensi negative mampu menjadikan manusia menjadi lebih rendah dari makhluk yang gak punya akal sekalipun.
Untuk itu marilah kita ingatkan diri kita ini sebagai manusia, Siapa diri kita ini? Dari mana asalnya? Mau kemana nantinya? Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menempuh kehidupan didunia ini supaya selamat mengarungi hidup didunia dan akhirat nanti.
 Sobat, jika kita mau kembali Kitab Al-Qur’an ternyata telah tertulis berbagai ayat yang menyatakan bagaimana manusia itu sebenarnya. Diantaranya, Manusia itu adalah  :
Pertama, Lemah

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.(QS.An-Nissa : 28)
Ketahuilah bahwa manusia sangatlah lemah, tidak bisa hidup sendiri. Saling membutuhkan dan ketergantungan dengan yang lain
Kedua, Suka Tergesa

وَيَدْعُ الإنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS.Al-Isra’ : 11)
Ketidaksabaran manusia jelaslah terbukti, semuanya ingin terjadi instant. Ihtiar baru sepertiga ingin lekas mendapat hasil. Terkadang sesuatu hal yang menarik hati, menjadikan lupa akal sehat dan logika. Itulah Manusia.
Ketiga, Senang Membantah

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. (QS. An-Nahl : 4)
Keempat, Suka Berlebih-lebihan

وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa bahaya Dia berdoa kepada Kami dalam Keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, Dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah Dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (QS.Al-Alaq : 6)
Kelima, Lalai dan Pelupa

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (QS.At-Takaatsur : 1)

وَإِذَا مَسَّ الإنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلا إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, Dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya LUPALAH Dia akan kemudharatan yang pernah Dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan Dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu Sementara waktu; Sesungguhnya kamu Termasuk penghuni neraka”.
Keenam, Suka Berkeluh Kesah

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (QS. Al-Ma’arij : 20)
Ketujuh, Cenderung Kikir

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لأمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الإنْفَاقِ وَكَانَ الإنْسَانُ قَتُورًا

Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. dan adalah manusia itu sangat kikir. (QS. Al-Isra’ : 100)
Kedelapan, Suka Mengkufuri Nikmat

وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا إِنَّ الإنْسَانَ لَكَفُورٌ مُبِينٌ

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya[1349]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (QS. Az-Zukhruf  : 15)

إِنَّ الإنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (QS.Al-’Aadiyaat : 6)
Kesembilan, Senang Berangan-angan

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الأمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah Kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran Kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang Amat penipu. (QS.Al-Hadid : 72)
Sepuluh, Dzalim dan Bodoh

إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh, (QS.Al-Ahzab : 72)
Itulah sifat-sifat  yang ada dalam diri kita, harus diwaspadai. Begitu banyak sifat buruk yang melekat kepada diri manusia. Allah Maha Adil dan Tidak menyulitkan hamba-Nya, Islam adalah solusi untuk mengatur manusia agar bisa mengarungi ujian di dunia dan menggapai kebahagiaan di akherat
Alhamdulillah, mari kita syukuri nikmat iman dan Islam ini dengan cara :
  • Tetap taat kepada Allah Walaupun kondisi sesulit apapun
  • Tetap belajar terus dengan mengkaji AlQur’an dan Assunah
  • Selalu memperbaiki diri dan tidak menunda pertobatan
  • Menjaga keimanan dengan tetap dalam kebersamaan dan jamaah
Manusia memang lemah dan banyak kekurangan tetapi dengan bersatu akan menjadi kuat sehingga bisa selamat dunia dan akherat.
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, dari Nabi, beliau bersabda,

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا ثُمَّ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Seorang mukmin terhadap orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS.Ali Imran:103)

Semoga Bermanfaat

Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria

Jika kamu memberinya rumah,, maka ia akan
memberimu kehangatan dalam rumahmu….
Jika kamu memberinya beras,, ia akan mengembalikan
nasi untukmu….. Image Jika kamu memberinya CINTA,, ia akan memberimu
pengabdian seumur hidupnya……
Tapi jika kau memberinya hinaan,, ia akan memberimu
do’a dalam airmata kepedihannya,, dan itu berarti
siapkan dirimu untuk berjuta
KEMALANGAN!”
Jika kemarin kamu berdoa & yakin bahwa dialah tulang
rusukmu…..
maka terimalah dia bukan sebagai wanita
yang sempurna,, melainkan sebagai wanita yang
terbaik
dari ALLAH…….
Bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah tapi dia
yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya,,
dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu….
Ia yang menerima masa lalu mu & yang siap
merancangkan masa depannya bersamamu…..
Ia yang selalu cemas & hilang akal ketika kamu tak
memberinya kabar…..
Jika dulu sifat manjanya membuatmu tertawa
lucu,, cemburunya berarti sayang,, airmatanya bisa
menyayat hatimu,, tapi jika sekarang semuanya itu jadi
alasan kamu melepaskannya,, maka merenunglah sejenak…..!!!
“Mengapa wanita tercipta dari tulang rusuk pria…??
bukan
dari tulang kepala,, karena wanita bukan untuk
memimpin pria….!!!
bukan dari tulang kaki,, karena wanita
bukan alas kaki pria & diinjak….!!!
Tapi ia tercipta dari tulang
rusuk pria karena dekat dengan hati,, agar wanita
menjadi pendamping,,pen jaga hati,,untuk dilindungi & disayangi…..! !!
Karena wanita akan terlelap dalam dekapan
pria,, karena wanita tahu dari sana dia berasal.”
-WS-

Seyakin doa dan sepasrah tawakkal

Narasi kehidupan yang dijalani oleh setiap insan tentu tak terelakkan dari serangkaian keinginan dan harapan. Tentunya untuk bisa mewujudkan apa yang kita harapkan agar bisa berbuah manis diperlukan suplemen pendukung agar menjadi satu kesatuan yang kuat. Suplemen ini adalah doa, ikhtiar dan tawakal yang menjadi pupuk semangat kita dalam mewujudkan keinginan dan harapan.
Doa, ikhtiar dan tawakal laksana organ yang ada di dalam satu tubuh yang memiliki peran tersendiri untuk menjalankan fungsinya namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk bisa saling bersinergi untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam fase perjalanan hidup setiap insan tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perjalanan yang diarungi untuk mewujudkan keinginan dan harapan tak terlepas dari krikil-krikil yang menghadang. Maka untuk bisa menghadapi krikil-krikil ini kita membutuhkan manuver berupa Do’a, karena dengan adanya untaian doa sesungguhnya akan menimbulkan percikan keberanian dalam diri kita agar tumbuh rasa yakin yang menghujam di dalam dadanya bahwa setiap kerikil yang menghadang pasti dapat kita lewati. Karenanya bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan setiap doa ataupun permintaan setiap hambaNya.
Lantas apakah do’a saja sudah cukup? Tentunya tidak! Fase selanjutkan adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar yang kita jalani. Karena ikhtiar merupakan bentuk total action sekaligus implementasi dari untaian doa yang kita panjatkan.
Cukupkah sampai di situ? tentunya ada satu hal lagi yang tidak bisa kita tinggalkan yaitu tawakal, setelah serangkaian doa dan dan kerja keras kita dalam berikhtiar maka selanjutnya adalah bertawakal atau menyerahkan semua jawabannya kepada Allah SWT sang pemilik setiap jawaban, karena hanya Allah lah yang Maha Tahu atas setiap kebutuhan hambaNya dibandingkan dengan diri kita sendiri.
Mari kita simak ayat yang begitu indah ini dalam surah Al-Baqarah ayat 186 Allah berfirman, “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada mu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada- Ku.”
Janji Allah ini tidak mungkin salah dan diingkari. Setiap doa yang dipanjatkan, pasti dikabulkan, tentunya semuanya itu adalah jawaban yang terbaik yang Allah berikan untuk kita. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 216)
Maka mulai saat ini sertakan selalu keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan setiap doa yang kita panjatkan, dan berusaha seoptimal mungkin disetiap ikhtiar yang kita jalani, selanjutnya pasrahkan semuanya kepada Allah dengan bertawakal selalu padaNya,

Bila Giliran Itu Tiba''


payungRiiing, riiing suara telepon dirumah kami berbunyi nyaring menjelang tengah malam. Telepon dari sahabat kami yang langsung teridentifikasi begitu bel berdering. Ada apa gerangan ya, batinku dalam hati karena aku yakin biasanya pada jam-jam seperti ini mereka sudah berangkat tidur. Saya hafal kebiasaan mereka yang suka tidur lebih cepat dan gemar menghidupkan sepertiga malamnya, serta bangun pagi.
Kuangkat telepon dan kuucapkan salam. Saya menerima salam balasan yang disampaikan dengan suara yang bergetar hebat seperti menahan sesuatu beban yang sangat berat. Tiba-tiba saya merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan sahabat saya; dan saya memilih menunggu sampai ia berhasil menguasai perasaan dan emosinya. Setelah terdiam beberapa saat lamanya, sahabat saya mulai berbicara meskipun terbata-bata.
“Sister,…tolong saya….” Suaranya melemah dan terhenti dalam sunyi.
“Ada apa?” Tanyaku berusaha menyembunyikan perasaanku yang galau dan bergolak menahan rasa ingin tahu.
“Ayah saya sister…, dia…dia… baru masuk rumah sakit hari ini dan baru diketahui kalau ternyata dia mengidap kanker stadium akhir…”suaranya tercekat dan berhenti begitu saja.
Saya kaget sekali dan berusaha menguasai diri. Setelah terdiam beberapa saat, saya mencoba berbicara “Sabar ya, ini ujian dari Allah…”
“Sister, saya ingin sekali membimbing ayah saya; supaya dia bisa masuk Islam…” suaranya terhenti dan kurasakan ada keprihatinan dan kekuatiran yang mendalam dari nada bicaranya.
Ada jarak senyap yang panjang, lalu dia berujar lagi, “Sister, … (senyap) tolong bantu saya dengan doa ya?” suaranya memohon penuh iba dan melemah seolah mencari kekuatan penyangga.
Kurasakan pandanganku mulai kabur oleh air mata yang terus mengalir diam-diam tanpa kusadari. Selebihnya aku lebih banyak diam dan mendengarkan sahabatku bertutur tentang ayahnya sampai telepon ditutup.
***
Beberapa hari kemudian, sahabat saya kembali menelepon. Dari salam pembukanya, aku bisa merasakan kalau kali ini sahabatku terdengar lebih tegar. Setelah saling menyakan kabar masing-masing, sahabatku menarik nafas dalam-dalam dan hening kembali tercipta begitu saja.
Setelah beberapa saat lamanya, akhirnya aku tidak tahan untuk tidak menanyakan kabar ayahandanya. Dengan hati-hati aku bertanya:
“Bagaimana keadaan ayah?” senyap.
“Sister, sepertinya tidak ada harapan untuk ayah saya…” kudengar dia menarik nafas dalam-dalam; kemudian berujar lagi “Ternyata hidayah itu sesuatu yang tidak bisa dipaksakan ya…saya merasa kesulitan untuk mencoba membuka hati ayah saya sendiri…?” suaranya serak dan tertahan seperti meanggung kesedihan.
Saya tidak tahu harus berkata apa, akhirnya dengan menguatkan diri dan dengan sangat berhati-hati saya berkata,
“Yang penting berusaha sajalah, jangan pernah putus asa. Perkara hasil, itu terserah Allah dan yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kita semua, InshaAllah”. Sebuah ungkapan penghibur yang sangat biasa dan kuyakin sahabatkupun sebenarnya sudah sering mendengarnya.
“Iya, ya?!” katanya mencoba menentramkan diri.
“Maafkan saya karena hanya bisa membantu dengan doa saja…”, sambungku.
“Tak apa, jangan lupa doakan kami terus ya Sis”, katanya, sebelum akhirnya telepon ditutup dengan salam.
***
Setelah percakapan ditelepon itu, saya kembali merenungkan apa yang sedang dialami oleh sahabat saya saat ini. Sesuatu yang pernah kami perbincangkan sebelumnya. Kami bahkan sempat membahas tentang apa yang sebaiknya kami lakukan saat giliran itu datang menjemput. Ya, giliran untuk berpisah dengan orang tua yang kita cintai dan hormati. Orang tua yang selama ini telah banyak berjasa dalam mendidik dan membesarkan kita.
Sebuah episode dalam kehidupan yang pasti dan kita yakini datangnya, namun tetap saja tidak semudah seperti yang kita bayangkan sebelumnya saat kita mengalaminya. Hal itu menjadi terasa semakin tidak mudah manakala orang tua yang kita cintai dan hormati ternyata berbeda akidah dan keyakinan dengan kita. Perpisahan dalam kondisi beda keyakinan tersebut pastinya akan menjadi salah satu ujian terberat karena ketiadaan harapan untuk bertemu kembali dengan mereka suatu saat di akhirat kelak.
***
Tiba-tiba saja saya kembali teringat permintaan ibu mertua yang sudah diajukan kepada saya entah berapa kali; dari cara yang halus dan tersamar, sampai terang-terangan. Beliau dengan sangat memintaku untuk mengurusi pemakaman dan merawat tempat pemakamannya bila beliau telah tiada. Sebuah permintaan yang sulit kupenuhi karena pasti akan banyak sekali pernak-pernik yang tidak sesuai dengan akidah dan keyakinan saya.
Saya selalu menolak beliau baik secara halus maupun langsung tapi beliau sepertinya tidak pernah bosan untuk meminta saya. Puncaknya terjadi saat kami liburan di Bali tahun lalu. Beliau kembali mengajukan permintaan tersebut saat kami hanya berdua ditemani kedua anak-anakku yang masih kecil. Lalu dengan sangat hati-hati aku berucap:
“Ibu, kenapa sih Ibu tidak meminta adik ipar saja yang sudah pasti mengetahui semua seluk beluk pemakaman maupun upacara sesuai dengan keyakinan Ibu?”
Ibu mertua tampak murung. Beliau hanya diam saja dengan pandangan yang menerawang sangat jauh.
Saya merasa sangat bersalah tapi tidak punya pilihan lain. Saya juga tidak mau berbohong kepada beliau. Lalu dengan hati-hati kembali beliau berujar bahwa sebenarnya beliau tidak masalah kalaupun saya tidak mengurusnya sesuai dengan prosesi yang sebenarnya. Cukup sekadarnya saja pokoknya yang penting saya menyatakan kesediaannya agar beliau bisa melimpahkan semua peninggalannya pada kami. Sungguh saya merasa sangat terharu dengan permintaan beliau tapi sekali lagi saya minta maaf karena saya takut bermain-main dengan masalah yang bisa membahayakan akidah saya.
Akhirnya, entah untuk yang keberapa kalinya, dengan sangat halus saya kembali berujar bahwa saya tidak memikirkan masalah peninggalan beliau, cukuplah bagi kami limpahan kasih sayang beliau selama ini. Kami tidak berharap lebih. Saya bahkan berharap saya bisa membahagiakan beliau semampu saya sepanjang tidak berseberangan dengan akidah saya. Yang terlihat oleh saya kemudian adalah wajah beliau yang menyiratkan rasa kecewa yang mendalam meskipun beliau berusaha untuk menutupinya.
Sejak saat itu beliau tidak atau belum pernah mengulang permohonannya lagi. Bila sudah demikian, rasanya apa yang saat ini dialami oleh sahabat saya menjadi semakin nyata adanya. Kami pun pasti sudah ada didalam daftar tunggu itu. Ya Allah, bila giliran untuk berpisah itu tiba, semoga kedua mertuaku telah mendapat hidayah dari-Mu yang tak ternilai itu, InshaAllah, amin

''Aku Mencium Bau Surga''


Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada tujug golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari naunganNya… di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.”
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, “Wah… angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”
Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka. “Jangan khawatir! Saya akan meninggal… tenanglah… sesungguhnya aku mencium bau Surga!” Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, “Wahai saudara-saudara, aku akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium bau Surga.”
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, “Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”. Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar… Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari… semua kalimat tidak mampu terucap… dan pena telah kering di tangan… aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang firman Allah.
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim [14] : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya. Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya Dhiya’ di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat.” Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga para persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh rang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalloh…sungguh indah kematian seperti ini. Kita mohon semoga Alloh menganugerahkan kita husnul khatimah.
Saudara-saudaraku tercinta… kisah belum selesai… saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau Surga.
Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”
Aku katakan, “Maha benar Alloh yang berfirman, ‘Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Alloh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu” Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (QS. Fushshilat [41] : 30-32

Sabtu, 15 September 2012

INILAHJALAN KITA

Dia Dahulu Semasa Di Buaian Hingga Masa Bersepeda Roda Empat
Dibuai oleh ibu dan ayah berganti-gantian. Ibu adalah wanita penyabar yang rendah hati dan tak banyak mengeluh. Ayah pun mencari nafkah tanpa banyak bicara tentang lelahnya bekerja seharian. Ibu dan ayah begitu sayang padanya.
Dia belum bisa berjalan , baru belajar berdiri. Berulangkali melangkah, sebanyak itu pula ia terkantuk. Akan tetapi tangan ayah selalu mengawasi dan siap menahannya agar tak terjerembab ke lantai. Jangan sampai ada luka, walau sekedar segores lecet.
Ibu tahu kesusahannya karena hidung yang tak mampu bernapas lega. Dia sedang pilek. Ibu tak tahan melihatnya kesakitan, maka ibu pun menyedot ingus dari kedua lubang hidung itu dengan mulut ibu. Betapa sayang ibu padanya.
Kala hari libur tiba, ibu menyempatkan waktu mengajarinya menjaga keseimbangan bersepeda roda empat (dua ban di depan dan di belakang, dua ban di samping kiri dan kanan sebagai pembantu keseimbangan). Sungguh senang dia bisa mengayuh di jalan yang luas. “Aku bisa bersepeda!” tak berapa lama, akhirnya dia bisa mengendarai sepeda, cukup dengan dua roda. Alhamdulillah”
“Yang Penting Kamu Sudah Berusaha, Nak”
Hari penerimaan rapor tiba. Dia tak bisa menjadi rangking pertama di kelas. Sungguh muram mimiknya. Akan tetapi, ibu tak luput menghiburnya, “Tidak perlu sedih. Yang penting kamu sudah berusaha,Nak! Kembali cerialah dunia!! Dia tak perlu bersedih. Ada ibu yang senantiasa membesarkan jiwanya, mengajarkannya menegakkan kepala menghadapi dunia, tak perlu melulu sedih tersungkur kala gagal namun segera bangkit dan kembali menatap kedepan dengan berbinar penuh semangat dan tawakal pada Allah. “Jangan perah takut selama engkau berada dalam kebenaran”. Dia senantiasa ingat pesan yang dalam itu.
Di Negeri Seberang Aku Membelah Angin Dan Terik Matahari.
“Dia” yang dulu, kini telah menjadi  “Aku”. “Aku sekarang sudah dewasa, Ibu! Aku sekarang sudah dewasa, Ayah!
Di negeri seberang aku belah angin dan terik matahari. Aku berjalan sembari menerjang hantaman air hujan. Bukankah, Aku tak boleh menjadi penakut? Alhamdulillah, tanganku sempurna berjumlah dua, kakiku sempurna tegap melangkah. Aku tak boleh jadi penakut bukan? Selalu ada Allah yang akan menolongku dengan rahmatNya, selagi aku mengesakanNya dan bertakwa padaNya. Aku memegang prinsip itu.
Ibu dan ayah , aku kini berada di dunia baru yang lebih terang. Dunia yang menaungi para orang shalih pendahulu kita (as-salafush shalih). Aku bahagia dengan dunia ini : Al Qur’an dan Assunnah dengan pemahaman para as-salafush shalih. Bahagia yang dalam, bukan hanya sebatas senang yang sesaat. Aku temukan Islam yang kucari. Inilah dia pegangan hidupku!
Aku berbagi cerita ini sambil menangis…
Kubayangkan kenikmatan abadi yang akan kuperoleh jika aku bisa bertahan dalam kesabaran dan keyakinan akan janji Allah. Pastinya akan banyak ujian yang harus kulalui, seiring semakin besar pengakuan cintaku pada jalan ini, karena Allah.
Betapa aku berharap Allah senantiasa mengaruniaku hidayah untuk senantiasa mengingatNya dan berdoa hanya kepadaNya. Tak lupa pula kudoakan ibu dan ayah. Semoga Allah senantiasa menyayangi serta menjaga kita dan keluarga kita, di dunia dan akhirat. Di dunia, yaitu di saat bumi dan penghuninya sedemikian carut-marut ini. Di akhirat, yaitu di saat tak ada lagi pertolongan dan keselamatan selaindari Allah Rabb semesta alam.
Aku Akan Ceritakan Diriku Yang Sekarang
Ibu, Ayah, aku akan bercerita sedikit saja tentang diri anakmu ini sekarang.
Sewaktu kecil, ayah rajin mengantarkanku belajar membaca Al-Qur’an pada seorang ustadzah tiap hari kamis. Tahukah ibu dan ayah, kini aku bukan hanya sekedar belajar membaca Al-Qur’an. Hari-hariku penuh dengan haru biru bersama al-Qur’an dan hadits-hadits nabi shalallahu’alaihi wassalam. Sungguh jarang aku merasa sedih karena dunia. Adapun jika sedih itu dating, pastilah karena maksiat dan dosa yang telah kuperbuat. Ibu dan ayah, sungguh ini adalah jejak-jejak panjang yang kudapat, kelanjutan pijakan-pijakan kecil yang dulu ibu dan ayah membantuku untuk menderapnya.
Tahukah ibu dan ayah, sekarang aku sudah pandai membaca deretan-deretan huruf arab dari kitab-kitab para ulama, yang tak bertorehkan harokat? Ini adalah buah kesabaran ibu dan ayah mengajariku membaca dan menulis semenjak kecil. Berbahagialah atas karunia Allah ini, wahai ibu dan ayah yang kusayangi karena Allah…
Aku pun tak luput memperbaiki ibadah dan akhlakku. Itulah yang menjadi kesibukan saat ini. Aku juga tak luput mengurusi duniaku, untuk menjaga harga diriku. Cukuplah aku bekerja keras dengan kedua tanganku, agar tak menengadah memelas wajahku meminta belas kasih orang lain. Ibu dan ayah, inilah sekuntuk kebahagiaan yang begitu ingin kuceritakan selama ini pada kalian berdua.
Adapun Komentar Mereka, Maka Jangan Terlalu Diambil Hati
Banyak orang yang berbisik pada ibu dan ayah bahwa anaknya di negeri seberang entah menjatuhkan dirinya ke lubang sekelam apa sekarang. Ibu dan ayah berjuang melawan itu semua dan meyakinkan diri mereka sendiri “Anakku tak seperti sangkaan orang. Dia adalah anak yang bisa dipercaya”.
Aku menangis bukan karena takut pada tatapan aneh pada manusia, atau perkataan mereka yang mengiris bagai sembilu. Aku menangis melihat wajah murung ibu berhari-hari. Tak lain dan tak bukan, karena telah memikirkan aku yang telah berubah.
Ibuku sayang…
Anakmu ini mohon maaf jika akan jujur berbicara. Sungguh akan kupilih kata yang paling indah agar kemurunganmu berubah menjadi merah cerianya fajar di garis cakrawala.
Aku Bangga Dengan Jalan Yang Kupilih Ini
Ibu dan ayah, jalanku ini bukan jalan baru yang sesat. Inilah jalan yang dahulu Berjaya, tetapi kini terasing. Kemuliaan akan kita peroleh, dengan ijin Allah, jika kita teguh di atas jalan ini.
Akan kuceritakan sedikit dari warisan Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam yang kujumpai sepanjang jalan ini :
-          Manusia diperintahkan untuk mengesakan Allah dalam tiga perkara : 1. Rububiyah, 2. Uluhiyah, dan 3. nama-nama dan sifat-sifat Allah
-          Kita diperintahkan untuk berpegang teguh pada Alqir’an dan as-sunnah dengan pemahaman para sahabat Nabi shalallahu’alaihi wassalam. Bukan berdasarkan pemahaman setiap orang [karena jika tolak ukur kebenaran adalah pendapat pribadi, maka pendapat siapakah yang akan kita jadikan sebagai tolak ukur??]
-          Kita diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah, sebagaimana pula kita diperintahkan untuk memperbaiki akhlak kita, baik kepada khaliq (Allah) maupun makhlukNya
-          Kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua dan karib kerabat, menyambung tali silaturrahim dengan mereka, berbuat baik dan tidak mengganggu tetangga , serta memuliakan tamu.
-          Kita senantiasa diingatkan tentang siksa neraka jika timbangan keburukan kita nanti lebih berat dibandingkan timbangan kebaikan kita.
Dengan bekal sebanyak itu , bagaimana boleh aku gegabah dan semena-mena pada ibu dan ayah. Dalam menjelaskan sikap yang kupilih ini pun demikian. Sayang dan sabarku karena Allah, jadi penyanggaku untuk mengajak ibu dan ayah meniti jalan keselamatan bersamaku.
Biarkan Dunia Yang Menyampaikannya
Ibu dan ayah, surat ini mungkin tidak akan pernah benar-benar sampai ke hadapan kalian. Tidak diantarkan burung merpati, tidak pula diterbangkan angin.
Surat ini kutitipkan pada dunia. Biarlah mereka yang akan menyampaikan tanda cinta karena Allah ini kepada ibu dan ayah.
Semoga Allah melindungi jiwa-jiwa kita dari kebinasaan, di saat manusia menceburkan sendiri dirinya ke dalam malapetaka.
Semoga Allah memberikan naungan kepada kita, di hari yang tak ada naungan disana selain naunganNya.
Semoga Allah mengumpulkan aku, ibu, ayah, dan orang-orang yang kita cintai karena Allah, di Firdaus al-a’laa,  bersama para nabi, shiddiqiin, syuhadaa’, dan shalihiin.
Laa hawla wa laa quwwata illaa billa.
Aamiin, yaa mujibas saa’ilii .. (bm)

Biarlah Berlalu.

Yang Lalu Biarlah Berlalu…
Mengutip judul diatas bukan berarti saya mengingatkan anda pada bait dalam sebuah lagu tempo doeloe. Tapi judul diatas adalah sebuah resep jitu bagi siapa yang tidak ingin tersiksa oleh apa yang lenyap darinya atau yang gagal diraihnya.
Tidak sedikit orang yang tersiksa oleh kenangan buruk yang pernah menimpanya; Mobil barunya yang hilang, keuntungan besar di pelupuk mata yang tiba-tiba sirna, modal yang dikumpulkan bertahun-tahun ludes karena usaha yang gagal atau musibah, pria atau wanita idaman yang gagal menjadi pendamping hidupnya, atau dikhianati dan disakiti orang-orang terdekat….. dan berbagai kejadian buruk lainnya yang selalu dialami oleh setiap orang.
Saudaraku…
Semakin sering hal tersebut kita ingat-ingat, semakin kita berada dalam kondisi yang tidak sehat dan dan tidak menguntungkan sama sekali. Jiwa kita akan tertekan manakala hal tersebut kembali kita ingat, sementara apa yang sudah terjadi tidak akan pernah kembali walau sesaat. Lalu untuk apa kita ratapi?
Di sisi lain, hal itu merupakan salah satu bentuk ketidakpercayaan kita terhadap takdir Allah. Padahal apapun yang sudah merupakan ketentuan Allah, tidak ada satupun yang menolaknya.Bukankah setelah shalat kita disunnahkan membaca:
اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Orang yang punya nasib baik tidak berguna (untuk mengandalkan nasibnya memperoleh sesuatu) dari-Mu.”
Betapa indahnya ajaran Islam, setiap kali mengalami kejadian yang tidak diinginkan namun terjadi, atau sangat diinginkan namun tidak terjadi, kita dianjurkan untuk mengucapkan:
قَدَرَ اللَّهُ ، مَا شَاءَ فَعَلَ
“Sudah takdir Allah, Dia berbuat apa yang Dia kehendaki” (Riwayat Muslim)
Jadi….. Yang lalu biarlah berlalu, ambil pelajaran dari apa yang sudah terjadi, lalu yang terpenting, hadapi hidup yang akan datang dengan rencana dan persiapan yang matang, Insya Allah hidup kita akan semakin mantap......

Kamis, 30 Agustus 2012

Mimpim Pulang ke Kampung

"Abang Ni, Pakai Tu Elok-Elok La Sikit," Kata Liza Lembut Sambil Membetulkan Pakaian Usin. Usin Tersenyum Memandang Isterinya.

"Cantik Isteri Abang Hari Ni," Usin Mencubit Pipi Liza Lembut.

"Ayah, Ayah, Cepat La Yah," Farah Dan Adi Meluru Masuk Ke Bilik Kerana Dah Tak Sabar-Sabar Nak Bertolak Pulang Ke Kampung.

"Yelah, Yelah, Ayah Dah Siap Ni."

Liza Hanya Tersenyum Melihat Suaminya Itu Melayan Karenah Anak-Anak Mereka Yang Comel Dan Manja.

"Abang, Dah Lama Kita Tak Balik Kampung Macam Ni, Ye ?"

"Iyelah, Maklumlah Abang Ni Sibuk Dengan Urusan Perniagaan. Baru Kali Ni Abang Ada Peluang Untuk Cuti Panjang." Usin Berkata Kepada Isterinya Tercinta.

Perjalanan Daripada KL Ke Tangkak Mengambil Masa Lebih Kurang Empat Jam. Farah Dan Adi Dah Pun Terlelap Kat Kerusi Belakang. Begitu Juga Dengan Isterinya, Liza.

"Tak Sabar Rasanya Nak Tiba Kat Kampung," Usin Berkata Dalam Hati.

Sedikit Demi Sedikit Usin Menekan Minyak Keretanya. Semakin Lama Keretanya Semakin Laju Dan Usin Semakin Seronok. Usin Dah Tak Sabar Untuk Segera Sampai Ke Kampungnya. Pedal Minyak Ditekannya Lagi Dan Honda Civicnya Mula Memecut.

Usin Cilok Kiri, Cilok Kanan. Habis Semua Kenderaan Dipotongnya. Bangga Betul Usin Masa Tu. Terlupa Dia Sekejap Pada Anak Dan Isterinya Yang Sedang Tidur.

"Eh Abang, Kenapa Bawa Laju Sangat Ni?" Tiba-Tiba Liza Terjaga Dari Tidurnya.

"Tak Ada-Apa La Sayang, Rileks... Cepat Sikit Kita Sampai Kampung Nanti."

"Sabar Bang, Sabar. Biar Lambat Tak Apa... Jangan Laju Sangat Bang, Liza Takut." Liza Cuba Memujuk Usin Supaya Memperlahankan Kenderaannya.

"Rileks Liza...Tak Ada Apa-Apa," Usin Terus Memotong Bas Skspres Di Depannya Tanpa Was-Was.

"Haaa... Kan, Tengok. Tak Ada Apa-Apa Kan?" Kata Usin Setelah Berjaya Memotong Bas Ekspres Tadi.

"Sudah La Tu Bang."

"Ha... Tu Ada Satu Lagi Bas Ekspres. Liza Tengok Abang Potong Dia Aaa....". Usin Terus Masuk Gear 3, Pedal Minyak Ditekannya Hingga Jejak Ke Lantai. Usin Terus Membelok Ke Kanan Untuk Memotong Dan.... Di Depannya Tersergam Sebuah Lori Balak Yang Besar Dan Gagah Dan..... BANG!!

"Usin.... Bangun Sin," Sayup-Sayup Terdengar Suara Emaknya. Usin Membuka Matanya. Dia Terlihat Emaknya Di Situ.

"Mana Liza Mak ? Macammana Dengan Liza Mak ? Farah, Adi.... Mana Anak-Anak Saya Mak ?" Bertubi-Tubi Usin Menyoal Emaknya. Usin Tak Dapat Menahan Kesedihannya Lagi. Usin Menangis Semahu-Mahunya Di Depan Emaknya.

Emaknya Memandang Usin Tepat-Tepat.

"Macamana Dengan Isteri Usin Mak, Liza?" Usin Masih Terus Menangis.

PAANNNGGG!!

Kepala Usin Yang Botak Itu Ditampar Oleh Emaknya Dengan Tiba-Tiba. Usin Terdiam. Kenapa Emaknya Buat Dia Macam Tu?

"Banyak La Engkau Punya Isteri ! Keja Pun Pemalas Ada Hati Nak Berbini. Tu La, Tidur Lagi Senja-Senja Macam Ni ! Dah ! Bangun Pegi Sembahyang !" Emaknya Terus Merungut Sambil Berlalu Keluar....

...Dan Usin Tersengih Keseorangan. Rasa Macam Nak Masuk Dalam Tin Biskut ! Malu Beb !!

Sekian.

Jumat, 10 Agustus 2012

Doa untuk ayah dan bunda


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
 itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.


Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.


Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.


Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.


Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.


Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.


Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.


Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.


Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.


Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar waktu dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia seperti kau menjaga dirimu. Sesungguhnya cinta itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.


Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedranya, mungkin saja dia akan menjadi orang yang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya,
barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.


Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.
Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?


Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah tangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan rumah tangga. Cinta hanya sebuah keindahan perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung jawab apabila terbinanya sebuah rumah tangga.


Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.


Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.


Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan,
oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.


Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berubah menjadi putus asa.


Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan.
Karena tanpa pertemua tidak akan ada perpisahan. Menikahlah dengan orang yang lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada menikahi orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.


Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.


Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan. 


Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta. 


Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.


Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.