Narasi kehidupan yang dijalani oleh setiap insan tentu tak terelakkan
dari serangkaian keinginan dan harapan. Tentunya untuk bisa mewujudkan
apa yang kita harapkan agar bisa berbuah manis diperlukan suplemen
pendukung agar menjadi satu kesatuan yang kuat. Suplemen ini adalah doa,
ikhtiar dan tawakal yang menjadi pupuk semangat kita dalam mewujudkan
keinginan dan harapan.
Doa, ikhtiar dan tawakal laksana organ yang ada di dalam satu tubuh
yang memiliki peran tersendiri untuk menjalankan fungsinya namun
memiliki tujuan yang sama yaitu untuk bisa saling bersinergi untuk
mencapai tujuan yang diharapkan.
Dalam fase perjalanan hidup setiap insan tidak dapat dipungkiri bahwa
setiap perjalanan yang diarungi untuk mewujudkan keinginan dan harapan
tak terlepas dari krikil-krikil yang menghadang. Maka untuk bisa
menghadapi krikil-krikil ini kita membutuhkan manuver berupa Do’a,
karena dengan adanya untaian doa sesungguhnya akan menimbulkan percikan
keberanian dalam diri kita agar tumbuh rasa yakin yang menghujam di
dalam dadanya bahwa setiap kerikil yang menghadang pasti dapat kita
lewati. Karenanya bukanlah hal yang sulit bagi Allah untuk mengabulkan
setiap doa ataupun permintaan setiap hambaNya.
Lantas apakah do’a saja sudah cukup? Tentunya tidak! Fase selanjutkan
adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar yang kita jalani. Karena ikhtiar
merupakan bentuk total action sekaligus implementasi dari untaian doa
yang kita panjatkan.
Cukupkah sampai di situ? tentunya ada satu hal lagi yang tidak bisa
kita tinggalkan yaitu tawakal, setelah serangkaian doa dan dan kerja
keras kita dalam berikhtiar maka selanjutnya adalah bertawakal atau
menyerahkan semua jawabannya kepada Allah SWT sang pemilik setiap
jawaban, karena hanya Allah lah yang Maha Tahu atas setiap kebutuhan
hambaNya dibandingkan dengan diri kita sendiri.
Mari kita simak ayat yang begitu indah ini dalam surah Al-Baqarah
ayat 186 Allah berfirman, “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada mu
tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku
mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada- Ku.”
Janji Allah ini tidak mungkin salah dan diingkari. Setiap doa yang
dipanjatkan, pasti dikabulkan, tentunya semuanya itu adalah jawaban yang
terbaik yang Allah berikan untuk kita. “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 216)
Maka mulai saat ini sertakan selalu keyakinan yang menghujam di dalam
dada kita akan setiap doa yang kita panjatkan, dan berusaha seoptimal
mungkin disetiap ikhtiar yang kita jalani, selanjutnya pasrahkan
semuanya kepada Allah dengan bertawakal selalu padaNya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar