Renungan Bagi Setiap Orang Tua
Wahai para orang tua tercinta …
Wahai para ayah dan ibu, semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah.
cinta3
Kenapa engkau larang anakmu dari akhlak yang tercela, namun engkau
sendiri melakukannya?!
Kenapa engkau larang anakmu untuk berdusta, malah engkau sendiri yang
berdusta?!
Engkau rela berdusta di hadapan mereka. Engkau dicari seseorang di rumah
atau di telepon, namun karena ingin menghindar, engkau memerintah
anakmu untuk mengatakan kepada orang yang mencarimu itu, “Nak, katakan
padanya bahwa bapak tidak sedang ada di rumah.”
Bagaimana engkau mengajarkan anakmu untuk menepati janji, sedangkan
engkau sering mengingkari janji?!!
Engkau melarang anakmu untuk bersuara keras.
Engkau mengajarkannya firman Allah Ta’ala,
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ
الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai..” (QS. Luqman :
19) .
Engkau mengajari demikian, namun engkau malah mengeraskan suaramu
dengan mencaci, dan teriak-teriak. Engkau malah sering mencaci maki
istri, juga anak-anakmu.
Bagaimana pula engkau melarang anak-anakmu merokok dan memandang hal-hal
yang haram -seperti gambar porno atau wanita telanjang-, namun engkau
sendiri melakukannya?!
Anakmu mungkin berkata, “Kenapa tidak boleh, Pak?” Kenapa engkau
mewajibkan sesuatu namun engkau melanggarnya?!
Bukankah Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2)
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang
tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff : 2-3)
Syu’aib ‘alaihish sholatu was salaam mengatakan,
مَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ
إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ
“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang
aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama
aku masih berkesanggupan.” (QS. Hud : 88)
Mengenai hal ini terdapat pula hadits dari Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Dikeluarkan oleh Bukhari dari hadits Usamah bin Zaid radhiyallahu
‘anhuma. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Di hari kiamat nanti akan ada seseorang yang dilemparkan ke dalam
neraka. Lalu ususnya keluar di neraka. Kemudian dia berputar sebagaimana
berputarnya keledai, dia berputar mengelilingi sebuah penggiling (yang
dijalankan dengan tangannya). Lalu para penduduk neraka berkumpul di
sekitarnya. Mereka berkata, “Wahai si A, apa yang terjadi padamu?
Bukankah dulu engkau mengajak kami pada kebajikan dan melarang kami dari
kemungkaran? Orang ini menjawab, “(Iya betul). Dulu memang aku mengajak
kalian pada kebajikan namun aku sendiri tidak melaksanakannya. Aku juga
melarang kalian dari kemungkaran, namun aku sendiri melakukannya.” (HR.
Bukhari no. 3267)
Semoga kita termasuk orang tua yang mengajak anak pada kebaikan,
namun kita juga melaksanakan hal itu. Semoga pula kita termasuk orang
tua yang melarang dari kemungkaran dan berusaha menjauhinya.
Ya Allah, berkahilah pendengaran, penglihatan, dan hati kami. Ya Allah,
berkahilah istri dan anak-anak kami, semoga mereka menjadi penyejuk mata
bagi kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar